Senin

Antifon Pembuka

“Di bawah salib Yesus berdiri Maria, ibunya; ia menanggung duka yang dalam, bersama dengan Anak-Nya sampai akhir.”


Kata Pengantar

Saudara-saudari dalam Kristus,
pada hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria Berdukacita. Dalam keheningan dan duka, Maria berdiri di bawah salib Anak-Nya, menyaksikan penderitaan-Nya, dan mengalami kesedihan yang sukar diungkapkan. Dalam peringatan ini, kita bersama Maria merenungkan makna penderitaan Kristus, kehadiran Tuhan di tengah kesakitan, dan panggilan kita untuk setia di masa penderitaan hidup.

Semoga liturgi hari ini menguatkan iman kita, meneguhkan hati dalam kesetiaan, dan memperdalam cinta kita kepada Kristus dan kepada ibu-Nya.

Marilah kita mohon rahmat Allah agar dalam perayaan ini hati kita terbuka pada sabda-Nya.


Doa Pembuka

Allah Bapa Maharahim,
Engkau memanggil Maria agar menjadi perawan setia di dalam penderitaan.
Dalam duka dan tangisannya, ia tetap percaya akan karya keselamatan-Mu.
Kiranya kami pun di tengah pergumulan hidup tetap memandang salib Kristus sebagai jalan kehidupan,
dan senantiasa dibimbing oleh kasih Bunda Maria ke hadapan Engkau, Allah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa.

Amin.


Bacaan Pertama

Ibrani 5:7-9

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.

Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan

Refrein:
Selamatkanlah aku, ya Tuhan, dalam kebaikan-Mu.

Ayat Mazmur

  1. Dengarlah, ya Tuhan, suaraku berseru; cepatlah, jadikanlah aku tempat perlindungan. (Refrein)
  2. Engkau adalah batu karangku dan benteng keselamatanku; tunjukkanlah wajah-Mu dan selamatkanlah aku. (Refrein)
  3. Keluarkanlah aku dari jerat orang yang memasang jaring; sebab Engkaulah tempat perlindunganku. (Refrein)
  4. Kepada-Mulah kupercayakan nyawaku; Engkaulah Allah yang setia, yang menyelamatkan aku. (Refrein)
  5. Setiap waktu hidupku ada dalam tangan-Mu; lepaskanlah aku dari tangan musuhku. (Refrein)
  6. Tuhan, berilah wajah-Mu bercahaya kepada hamba-Mu; selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu. (Refrein)
  7. Engkau melindungi mereka dalam naungan wajah-Mu dari rencana orang fasik; tersembunyikanlah mereka dalam kemah perlindungan-Mu. (Refrein)

Bait Pengantar Injil

Berbahagialah Maria yang setia kepada panggilan Allah, yang dalam penderitaan tetap percaya pada karya keselamatan Tuhan.
(Atau: “Marilah kita dengar sabda Injil menurut Yohanes.”)


Bacaan Injil

Yohanes 19:25-27

Di dekat salib Kristus berdiri ibu Yesus, serta saudara ibu-Nya, Maria istri Kleopas, dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya berdiri dekat situ, Ia berkata kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah anakmu.”
Lalu Ia berkata kepada murid itu: “Inilah ibumu.” Sejak saat itu murid itu menerima dia ke dalam rumahnya.

Inilah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.


Doa Persiapan Persembahan

Ya Kristus Penebus manusia,
engkau yang rela menanggung maut demi menyelamatkan dunia,
terimalah persembahan iman dan kasih kami,
dengan ritus ini kami persembahkan hidup, penderitaan, dan harapan kami kepada-Mu.
Biarlah kurban ini menjadi doa persekutuan kami dengan keledaan keselamatan-Mu,
dan semoga kasih-Mu yang merendahkan diri mengangkat jemaat-Mu ke dalam kehidupan abadi.

Amin.


Antifon Komuni

“Darah dan Air mengalir dari hati Yesus sebagai sumber keselamatan bagi kita; datanglah, ambillah dan minumlah.”

(Atau bisa juga: “Berbahagia mereka diundang kepada perjamuan Anak Domba.”)


Doa Penutup

Allah yang Maharahim,
semoga kami yang telah dibersihkan dalam Tubuh dan Darah Kristus,
melalui doa Bunda Maria yang setia menyertai di saat-saat penderitaan,
dipertahankan dalam iman dan pengharapan hingga kami sampai pada kebahagiaan kekal.
Semoga doa dan teladan Maria mengantar langkah kami pada kasih yang setia dan penuh pengorbanan.
Kami mohon melalui Kristus Tuhan kami.

Amin.